Kamis, 07 Mei 2009
di
13.27
|
Liputan 6 - Selasa, Mei 5
Liputan6.com, Jenewa: Sejumlah ahli kesehatan memperkirakan virus flu babi bisa mengancam warga di belahan dunia bagian selatan karena angin musim dingin yang akan membawa virus dan membuatnya dengan cepat bermutasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan, saat ini sudah ditemukan 1.025 kasus di 20 negara.
Meskipun demikian, WHO melalui Asisten Direktur Umum, Doktor Keiji Fukuda, menyatakan belum saatnya menaikkan level pandemi global ke level maksimum, yaitu level enam yang berati infeksi virus telah menyebar dan menjadi ancaman dunia.
Sementara di Meksiko, negara asal penyebaran virus, pemerintah setempat menyatakan penyebaran virus telah menurun dan mengizinkan dibukanya kembali fasilitas umum setelah ditutup selama lima hari. Sedangkan untuk sekolah, petugas kesehatan akan menginspeksi terlebih dahulu sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Namun, bukan berarti bahaya virus telah berlalu. Karen itu warga tetap diminta untuk waspada [baca: Presiden Calderon: Karantina Turis Meksiko Diskriminatif].(ADO)
Liputan6.com, Jenewa: Sejumlah ahli kesehatan memperkirakan virus flu babi bisa mengancam warga di belahan dunia bagian selatan karena angin musim dingin yang akan membawa virus dan membuatnya dengan cepat bermutasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan, saat ini sudah ditemukan 1.025 kasus di 20 negara.
Meskipun demikian, WHO melalui Asisten Direktur Umum, Doktor Keiji Fukuda, menyatakan belum saatnya menaikkan level pandemi global ke level maksimum, yaitu level enam yang berati infeksi virus telah menyebar dan menjadi ancaman dunia.
Sementara di Meksiko, negara asal penyebaran virus, pemerintah setempat menyatakan penyebaran virus telah menurun dan mengizinkan dibukanya kembali fasilitas umum setelah ditutup selama lima hari. Sedangkan untuk sekolah, petugas kesehatan akan menginspeksi terlebih dahulu sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Namun, bukan berarti bahaya virus telah berlalu. Karen itu warga tetap diminta untuk waspada [baca: Presiden Calderon: Karantina Turis Meksiko Diskriminatif].(ADO)
Diposting oleh
uasbriansinatria




0 komentar:
Posting Komentar